Together Whatever Sessions: Bebas Lepas bersama Iwa K

Nostalgia Hip-Hop Dekade 90-an bareng sang pionir

by TOGETHERWHATEVER

Nama Iwa K identik dengan musik hip-hop di Tanah Air. Apalagi buat lo yang besar di dekade '90-an, pasti udah nggak asing lagi dengan sosok cool dengan pakaian serba gombrong serta video musik-nya yang keren dan fun. Sampai sekarang pun aksi dan karya dari musisi asal Bandung ini selalu dinantikan. Nggak heran kalo Together Whatever Sessions yang menampilkan sang rapper di arena Ecology Kemang pada Rabu, 20 Desember lalu, dihadiri oleh banyak orang. Baik penggemar setia maupun generasi lebih muda yang juga menggemari Hip-Hop, semua berbaur dan larut dalam hentakan musik asyik yang ditampilkan.

Baca juga: Malam Pertama Bersama Maliq & D'Essentials

Iwa K membuka Together Whatever Sessions dengan Nombok Dong, salah satu lagu yang pada zamannya cukup bersinonim dengan olahraga basket yang sedang digemari. "Hidup di lapangan, dengan peluh bercucuran, masukkan bola ke dalam keranjang, dong nombok dong nombok dong..." Beberapa pengunjung yang kenal lagu ini nggak hanya bergoyang dan mengangguk-anggukkan badan aja, tapi juga ikut bernyanyi mengiringi sang musisi.

Suasana tambah memanas saat Iwa K membawakan lagu Batman Kasarung. Uniknya, sebelum dia nyanyi, Iwa K sempat bercerita bagaimana proses kreatif saat membuat salah satu dari album debutnya yang dirilis pada 1993 itu. "Dulu, gue masih suka susah kalo bikin lirik Bahasa Inggris, makanya, gue bikin lagu yang pake Bahasa Sunda aja, tapi gue dulu bayangin, cara nyanyi lagu ini harus kayak lagu rap berbahasa Inggris."

Lagu Kram Otak yang dibawakan berikutnya juga memancing penonton untuk bernyanyi bersama. "Mengapa semuanya jadi serba salah, begitu serba salah...Kenapa selalu aku yang kalah, semuanya salah...Kram Otak, Kram Otak..."

Iwa K juga bercerita tentang cerita di balik pembuatan lagu yang dirilis pada tahun 1996 itu. "Ini lagu gue sebenarnya pas gue lagi ngerasa buntu dan nggak ada inspirasi. Makanya, jadinya kayak gitu deh." Suasana terasa lebih cozy ketika sang rapper bawain lagu Kuingin Kembali. Lagu berirama slow ini adalah debut-nya yang meroketkan nama Iwa K di kancah musik Indonesia.

Baca juga: Dipha Barus: Gue Gak Ber-genre

Malam Indah dan Bebas adalah dua lagu yang dinanti-nantikan oleh penonton. Pada saat lagu itu dibawain oleh sang rapper, suasana langsung "pecah"! Semua orang ikutan nyanyi dan goyang bareng, benar-benar terasa kesan intimate-nya. Makanya, jangan sampai kelewatan buat acara Together Whatever Sessions selanjutnya. Kalo lo pengen tahu update informasi buat acara selanjutnya, coba kunjungi laman ini.

Buat lo yang udah pernah datang ke Together Whatever Sessions, ceritain opini lo tentang acara ini di sini. Ada poin yang bisa lo dapat buat ditukar reward menarik.

Setuju sama tulisan di atas? Atau punya opini lain? Tulis opini lo di sini

dan dapetin 500 Whatever Points.

TOGETHERWHATEVER

Temen buat explore dan temuin pengalaman baru setiap hari

You May Also Like:

Image

Interview Session: Agrikulture, Band Whatever Yang Selalu Together

By TOGETHERWHATEVER

Gelaran Together Whatever Sessions yang baru saja selesai beberapa waktu lalu berhasil mengumpulkan musisi-musisi berkelas di Indonesia. Salah satunya adalah band lama di dunia electronic asal Jakarta, Agrikulture!

Image

Bedah Album Pertama Efek Rumah Kaca

By TOGETHERWHATEVER

Tahun 2006 bisa dianggap jadi awal dari pergerakan underground dari band alternative Efek Rumah Kaca untuk lebih dikenal.

Image

Dokumentasi Sejarah 10 Tahun Album “Efek Rumah Kaca”

By TOGETHERWHATEVER

Efek Rumah Kaca mungkin hanya terdengar sebagai satu istilah dalam isu pemanasan global.

Image

Teza Sumendra Membawa Banyak Cinta di Paopao

By TOGETHERWHATEVER

Sedikit berbeda dari biasanya, hari Kamis tanggal 14 September 2017 kemarin Paopao Jakarta penuh dengan orang-orang yang lelah bekerja dan mau menikmati malam di penghujung hari

Image

Experimental Collaboration Tutup Together Whatever Sessions

By TOGETHERWHATEVER

Hatchi, sebuah restoran yang berumur masih muda ini memang sudah bisa merubah poros tongkrongan anak Jakarta.