Aneka Kejutan Spontan Naif

Dalam setiap pertunjukan Naif, setidaknya dalam lima tahun terakhir ini, vokalis David Bayu memberi tahu penonton bahwa mereka bermain tanpa memakai setlist atau repertoar, sehingga penonton dipersilakan meminta lagu untuk dimainkan

Dalam setiap pertunjukan Naif, setidaknya dalam lima tahun terakhir ini, vokalis David Bayu memberi tahu penonton bahwa mereka bermain tanpa memakai setlist atau repertoar, sehingga penonton dipersilakan meminta lagu untuk dimainkan. Ini sebuah gimmick menarik yang dapat meningkatkan keterlibatan penonton dalam pertunjukan musik, ketimbang hanya menikmati lagu-lagu yang sudah ditentukan oleh band sebelum naik ke panggung.

Bukan berarti Naif pasti akan membawakan lagu yang diminta karena satu dan lain hal. Salah satunya adalah band yang berdiri sejak 1995 ini sudah punya puluhan lagu dari enam album. Tak mudah untuk mengingat lagu sebanyak itu dan memainkannya dengan baik, apalagi lagu yang jarang dibawakan atau bahkan belum pernah dibawakan. Alhasil yang lebih sering terjadi adalah Naif akan mengabulkan permintaan untuk lagu-lagu andalan yang hampir pasti akan dibawakan, seperti "Piknik "72", "Jikalau", dan "Posessif".

Pertunjukan lagu lagu nostalgia Indonesia dari Naif

Namun sejak David, gitaris Fajar Endra Taruna (Jarwo), bassist Mohammad Amil Hussein (Emil), dan drummer Franki Indrasmoro Sumbodo (Pepeng) naik ke panggung kecil The Dutch untuk Together Whatever Sessions pada 22 September lalu, ada sesuatu yang berbeda dari biasanya. Dibantu additional keyboardist Krisna Prameswara, mereka mengawali pertunjukan dengan "Kuda Besi", lagu dari album Televisi yang tak selalu dibawakan. Sepertinya jarak yang sangat dekat antara panggung dan penonton yang memadati gastropub elegan tersebut membuat berbagai permintaan lebih mudah terdengar. Sehingga di sela-sela lagu-lagu yang lebih sering dibawakan seperti "Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia" dan "Senang Bersamamu", muncul dua lagu lagi dari Televisi, yakni "Itulah Cinta" dan "Nyali". (Lucunya, "Dimana Aku Disini" dan "Televisi", dua single dari album kelima Naif tersebut, malah tidak dibawakan.)

Setelah membuat seisi The Dutch–termasuk para pramusaji dan bartender–ikut bernyanyi pada "Karena Kamu Cuma Satu", Naif kembali memberi kejutan dengan memainkan "Selalu", lagu dari album Jangan Terlalu Naif yang terakhir kali dibawakan dua tahun lalu di acara peluncuran piringan hitam tiga album awal Naif. Seolah-olah belum cukup mendengar satu lagu dari album yang dikeluarkan Naif di tahun 2000 itu, menyusullah "Johan & Enny" yang juga tak selalu dibawakan. "Posessif" juga berasal dari album yang sama, dan hampir selalu dibawakan di pertunjukan Naif. Hampir selalu juga penonton tertipu oleh jeda di bait pertama "Posessif" sehingga terlalu cepat untuk menyanyikan chorus "Mengapa aku begini…". David pun harus memberi tahu, "Belum, belum, belum," lalu mengajak semua penonton menyanyikan dulu "Bila kumati, kau juga mati" sebagaimana mestinya.

David NAIF menyanyikan lagu-lagu nostalgia Indonesia dalam event together whatever

Para kaum millenial menyanyikan lagu-lagu nostalgia NAIF

Sebelum membawakan tiga lagu terakhir, yakni "Air & Api", "Aku Rela", dan "Mobil Balap", David memberi tahu penonton bahwa pada 22 Oktober mendatang Naif akan merayakan ulang tahunnya yang ke-22, sekaligus melepas albumnya yang ketujuh. Itu berarti akan segera ada sekumpulan lagu lagi untuk dijadikan bahan permintaan dalam waktu dekat. Namun untuk memperbesar kemungkinan permintaan dikabulkan dan sebanyak 15 lagu dibawakan, mungkin harus menunggu momen Naif bermain lagi dalam suasana akrab seperti di Together Whatever Sessions.

Untuk informasi berbagai acara musik seru di lokasi intim lainnya, silakan cek event togetherwhatever.id.

Para Penonton menyanyikan lagu NAIF pada acara together whatever

Setlist:

Kuda Besi

Piknik "72

Jikalau

Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia

Senang Bersamamu

Itulah Cinta

Nyali

Karena Kamu Cuma Satu

Selalu

Johan & Enny

Benci Untuk Mencinta

Posessif

Air & Api

Aku Rela

Mobil Balap

Disclaimer
Artikel ini merupakan tulisan pembaca TogetherWhatever.id. Isi tulisan diluar tanggung jawab togetherwhatever.id. Klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat, silakan hubungi TogetherWhatever.id dengan mengirimkan email ke info@togetherwhatever.id

 

Setuju sama tulisan di atas? Atau punya opini lain? Tulis opini lo di sini

dan dapetin 500 Whatever Points.

You May Also Like:

Image

7 Fakta Seputar Perjalanan Karier Maliq & D’Essentials

By Rollingstone.co.id

Salah satu band neo soul terbaik yang dipunyai Indonesia telah berdiri sejak tahun 2002

Image

Iwa K: Together Whatever Sessions Live Album Is Out Now!

By TOGETHERWHATEVER

Kangen sama musik Hip-Hop khas Tanah Air? Jangan lewatin album ini!

Image

Teza Sumendra Membawa Banyak Cinta di Paopao

By TOGETHERWHATEVER

Sedikit berbeda dari biasanya, hari Kamis tanggal 14 September 2017 kemarin Paopao Jakarta penuh dengan orang-orang yang lelah bekerja dan mau menikmati malam di penghujung hari

Image

Together Whatever Sessions: Bebas Lepas bersama Iwa K

By TOGETHERWHATEVER

Nostalgia Hip-Hop Dekade 90-an bareng sang pionir

Image

Jelang Tahun Ke-22, NAIF Sihir The Dutch Jakarta

By TOGETHERWHATEVER

Siapa yang tidak kenal NAIF? Empat sekawan yang sudah bergabung sejak lebih dari 20 tahun lalu ini sepertinya tidak bisa berhenti menyihir banyak orang sejak dulu kala.