Menyulap Santapan Kaki Lima Jadi Semewah Bintang Lima

Apa yang lo pertimbangkan saat mau makan di warteg?

by TOGETHERWHATEVER

Apa yang lo pertimbangkan saat mau makan di warteg? Enak atau gak, iya. Boleh ngambil lauk sendiri atau gak, emang oke banget sih kalau boleh ambil sendiri. Gratis teh tawar hangat, lumayan pas tanggal tua.

Tapi, ada gak dari lo yang peduli akan penataan makanan warteg di piring saat makan seperti yang dilakukan oleh Dade Akbar?

Lewat Warteg Gourmet yang didirikannya, Dade mencoba mengubah cara pandang orang-orang tentang bentuk makanan warteg. Makanan warteg bisa juga kok ditata lebih menarik, bisa juga kok difoto-foto, diunggah di Instagram terus dapat ribuan like. Iya, makanan warteg juga bisa jadi selebgram.

Baca juga: Playlist Aduhai Yang Bikin Seru Hangout Lo Di Tempat-Tempat Ini

Orang kreatif biasa berkarya saat dirinya mengalami kegelisahan melihat kondisi yang terjadi di masyarakat. Demikian juga dengan Dade, ia melihat banyak sekali foto makanan yang bagus di Instagram tapi hampir semuanya makanan Barat atau Asia yang mungkin hanya dimakan seminggu dua kali sama orang-orang itu. Terus ke mana makanan kaki lima yang akrab mengisi perut orang-orang ini setiap hari?

Kegelisahan inilah yang membuat Dade bereksperimen dengan rupa, tekstur, dan gemerlapnya warna makanan kaki lima. Sejak itu, Warteg Gourmet berkembang dari yang tadinya sekadar akun media sosial buat memajang eksperimen rupa makanan warteg menjadi layanan yang juga menyajikan produk dan jasa seperti food styling, konsultan restoran, sampai narasumber di seminar.

Lewat tangannya yang terampil dan ketelitian dalam memadukan rupa dan warna, Dade mengkreasikan bentuk makanan kaki lima menjadi sebuah hidangan gourmet papan atas. Misalnya, gado-gado atau ketoprak yang ditampilkan secara bersih tidak diaduk (mungkin ini akan jadi perdebatan baru setelah bubur).

Bagaimana soal rasa? Dade percaya dan akan selalu yakin bahwa kuliner kaki lima ini memiliki cita rasa khas yang gak bisa diganggu gugat. Jangan coba-coba minta gado-gado dicampur mozarella kalau gak mau digetok ulekan sama abang-abangnya.

Selain bermain dengan rupa, Dade juga kerap kali bermain dengan kata saat menamai hasil kreasinya ini. Hampir semua namanya merupakan pelesetan dari bahasa asing agar lebih keren terdengarnya. Coba saja lihat caption-caption foto makanan Warteg Gourmet di Instagram-nya berikut ini:

Say what?! Say Your!” Asal jangan jadi “Say Young” aja...

 

Sebuah kreasi yang bisa saja menginspirasi sekuel film La La Land, yaitu La La Pand

 

Penamaan dengan difusi dua bahasa, Frenchlish, lo ada di pihak yang mana?

 

ME I AM siapanya WILL.I.AM?
 

Saat ini, Warteg Gourmet baru melayani pesanan katering secara terbatas saja untuk 15 sampai 50 orang. Namun, Dade sedang berencana membuat sebuah restoran dalam waktu dekat. Mari kita tunggu sama-sama.

Baca juga: Ini 7 Tempat Manggung Di Jakarta Yang Wajib Lo Tau

Gimana dari lo sendiri, ada yang suka menata makanan kaki lima juga? Misalnya, saat mesen indomie goreng double di warkop...

“Mas, pesen indomie goreng double tapi mie, sayur, telor, bawang goreng, sama bumbunya dipisah ya. Saya mau atur sendiri bentuknya...”

Kalau ada coba share di sini ya karena bakal ada poin yang ditambahkan ke akun lo dan bisa dipakai untuk redeem berbagai reward. Masa sih gak berani ikutan.

Setuju sama tulisan di atas? Atau punya opini lain? Tulis opini lo di sini

dan dapetin 500 Whatever Points.

TOGETHERWHATEVER

Temen buat explore dan temuin pengalaman baru setiap hari

You May Also Like:

Image

Maliq & D'Essentials

By TOGETHERWHATEVER

Union Jakarta

Image

Naif

By TOGETHERWHATEVER

The Dutch

ICONS

By TOGETHERWHATEVER

The Dutch

Agrikulture

By TOGETHERWHATEVER

The Fifth

Teza Sumendra

By TOGETHERWHATEVER

Pao Pao Liquor & Dimsum

Related Article