Ini Orang yang Paling Tahu Soal Trend Musik Lokal

Orang Indonesia lagi doyan album musik lokal apa sih sekarang?

by TOGETHERWHATEVER

Orang Indonesia lagi doyan album musik lokal apa sih sekarang? Jawabannya pasti macam-macam. Kalau carinya pakai dasar hitung-hitungan jualan CD, sekarang toko-tokonya sayang banget udah pada bubar, Bro.

Walaupun begitu, nadinya masih terasa berdenyut di lantai bawah tanah Blok M, Jakarta Selatan. Area satu ini emang lumayan sohor sebagai gudangnya rilisan fisik (CD, kaset, piringan hitam).

Baca juga: Brang-Breng-Brong, Benyamin Campur Blues-Rocksteady Ke Gambang Kromong

Artinya, kalau orang bela-belain cari satu album musik, berarti daya tariknya lumayan serius. Apalagi di tengah kondisi dengan pilihan yang ada sekarang ini, album versi digital yang lebih praktis.

Nah, kalau mau cari tahu kira-kira apa album musisi lokal yang lagi banyak orang cari, salah satu pedagang yang bisa ditanya dan lumayan sering kedengeran adalah Agus WM.

Inisial belakangnya bukan bagian dari namanya, tapi punya arti"Warung Musik", nama toko punya dia.

Tempat yang udah ada dari tahun 2010 ini sering jadi tempat titip edar rilisan fisik banyak musisi, termasuk indie, bahkan ikut merilis sejumlah album.

Apa album lokal yang lagi sering dibeli orang sekarang ini?

Yang lagi dicari, album dari Danila sama album Naif 7. Ini buat orang yang lagi cari-cari album baru. Kalau (album-album musisi) yang lama, ada yang nyari tapi enggak banyak.

Apa album yang terus dicari dari dulu sampai sekarang?

Biasanya, yang populer kayak albumnya Sore, White Shoes & The Couples Company. Kebanyakan sih cari CD-nya. Tapi ada juga yang cari kaset atau vinyl.

Baca juga:Jelang 22 Tahun Berjalan, Naif Kenang Awal Perjalanan

Album yang mana aja tuh?

Album-album awal Sore, yang pertama (Centralismo) yang kedua (Port of Lima). Album-album awal White Shoes. Sama single-single mereka. (Sore dan White Shoes & The Couples Company beberapa kali pernah melepas rilisan album fisik berisi beberapa lagu. Kemasannya cenderung artsy).

Harga album-album itu jadi mahal dong ya?

Ya sudah hukum alam, kalau ada yang langka jadi mahal.

Warung Musik kan juga ngerilis album. Bahkan ada yang rilis ulang dari materi musisi lawas ya?

Produksi sendiri ada, Suri, Oracle, Abbhama (Grup rock progresif Indonesia, Abbhama, ngerilis album dalam bentuk kaset tahun 1977. Lalu Agus WM merilisnya ulang ke bentuk piringan hitam warna hijau).

Kenapa rilis ulang album Abbhama, apa banyak peminatnya?

Ya lebih kayak passion. Ini kan emang band lama, sebenarnya enggak begitu populer, tapi musiknya luar biasa buat masa itu. Anak-anak sekarang kalau dengar musik-musik ini pasti juga tertarik. Grup musik progresif Indonesia pada zaman itu juga enggak banyak.

Di luar CD lama Sore, White Shoes, dan mungkin Abbhama, apa lagi yang lumayan dicari orang, misalnya untuk yang rilisan indie?

The Kuda, Suri, Yang agak lumayan sih album dari Ramayana Soul.

Apa itu bisa dibilang ngegambarin tren sekarang?

Kalau tren sekarang sih cenderung apa aja ya, universal, tetapi lebih ke CD. Vinyl-kaset ada juga yang cari sih.

Apa sih album indie yang paling laku?

Untuk tahun ini, indie terbilang lagi lesu. Kalau enggak ada yang gokil-gokil banget ya biasa aja. Beda sama tahun 2015. Itu sih yang paling bagus. Ada Barasuara, KPR (Kelompok Penerbang Roket), Stars and Rabbit, dan yang paling (diminatin) ERK (Efek Rumah Kaca) album Sinestesia. Kalau di luar negeri, malah ini yang sering diajak main (Agus WM mengangkat album piringan hitam Senyawa).

Baca juga: Dokumentasi Sejarah 10 Tahun Album Efek Rumah Kaca

Begitu kira-kira gambarannya soal tren album fisik dari kancah musik lokal. Lo sendiri punya masukan soal yang dibahas tadi? Atau setuju juga dengan omongan di atas? Langsung sign up aja, dan ungkapin komentar lo di sini.

Setuju sama tulisan di atas? Atau punya opini lain? Tulis opini lo di sini

dan dapetin 500 Whatever Points.

TOGETHERWHATEVER

Temen buat explore dan temuin pengalaman baru setiap hari

You May Also Like:

Image

Stay Tune

By TOGETHERWHATEVER

See you on the next event

Image

Efek Rumah Kaca

By TOGETHERWHATEVER

Eighty Nine Eatery & Coffee

Naif

By TOGETHERWHATEVER

The Dutch

Maliq & D'Essentials

By TOGETHERWHATEVER

Union Jakarta

RBA, Fandy DFMC, Ramengvrl & Iyo

By TOGETHERWHATEVER

Hatchi Jakarta

Related Article