Jakarta Kamu Kok Gitu? Ya Udah Deh...

Coba hitung satu, dua, terus sampai seribu delapan puluh, tapi jangan ke mana-mana.

by TOGETHERWHATEVER

Coba hitung satu, dua, terus sampai seribu delapan puluh, tapi jangan ke mana-mana.

Nah, itu rasanya Jumat sore di jalanan utama Jakarta, kota yang kata Badan Pusat Statistik nyaris dijejali 18 juta mobil dan motor. Itu baru perhitungan tahun 2016, ya.

Makanya, bengong gak ke mana-mana di jalanan sudah biasa. Apalagi kalau pakai hujan deras, low bat, dan gak ada powerbank. Die! Rasanya kayak tiba-tiba udah 2018. Dan saking ramainya sampai berebut lampu hijau, “orkestra” klakson Jakarta waktu arus lalu lintas padat sudah jadi soundtrack "tarian" adu bumper orang-orang pengguna jalan.

Senin-Jumat, semua orang sama-sama mau cari duit bareng di Jakarta, tapi pulangnya ke luar Jakarta. Atau bisa juga tetap di Jakarta; ngontrak, ngekos, mungkin juga numpang modal sayang. Kalau terpikir mau punya rumah di Jakarta, ya silahkan asal bisa beli. Harga se-meternya kalau di pulau lain bisa dapat sepuluh atau seratus kali lipatnya.

Jadi susah cinta Jakarta karena cinta harus memiliki? Oke pop melayu, kamu tidak bohong. Untungnya, 5 hari pertama dalam seminggu bakal habis. Sisa dua hari terakhir bisa buat kumpulin anak-anak dan cari meja di coffee shop, cek-cek diskon, konser dan kegiatan lain yang gak bisa didapat di kota lain.

Itulah yang ngangenin di Jakarta. Bisa kumpulin teman, entah yang baru kenal beberapa bulan lalu, kenal di forum, kenal di kantor, kenal di kampus. Entah yang extrovert atau introvert, kalau udah kumpul, bawaannya semua mau ngomong. Abis itu semua merapat dan masuk Instagram feeds. Gerak-gerak dikit, jadi boomerang di Instagram Stories.

Apalagi kalau bareng temen yang waktu kecilnya sama-sama. Teman satu SMA, SMP, SD, TK... dan masih nongkrong sampai sekarang. Ceritanya diulang-ulang lagi, tetap itu menunya, di situ vitaminnya. Vitamin hidup.

Kumpul di tengah, di selatan, di timur, Jakarta punya segudang tempat buat nongkrong.

Kalau cuma mau ngopi-ngopi, gampang banget. Ibaratnya jalan se-meter udah ada coffee shop. Ramen juga banyak, sushi apalagi. Asal jangan ketawa pas ada wasabi di mulut. Alert!

Begitulah Jakarta dan orang-orangnya.

Dan satu lagi. Lihat hari Minggu pagi di sekitaran Bundaran HI.

Jalanan yang 5-6 hari sebelumnya cuma disembur karbon monoksida itu berubah jadi tempat duduk, main sepeda, dan tempat orang-orang berkeringat, juga sarat senyum karena Car Free Day. Kita tinggal naik Transjakarta ke sana karena khusus hari itu boleh lewat.

Ada hiburan gratis juga habis itu, city touring dengan double decker, duduk-duduk segar di taman-taman kota yang terpelihara, se-terpelihara fasilitas KRL dan tiap-tiap stasiunnya.

Kalau lihat itu, Jakarta seperti tiba-tiba ganti baju.

Jakarta bisa hangat. Jakarta bukan cuma adu bumper. Jakarta bukan cuma klakson. Jakarta gak melulu uang. Jakarta juga bisa kasih gratisan. Termasuk kalau bikin KTP.

Setuju sama tulisan di atas? Atau punya opini lain? Tulis opini lo di sini

dan dapetin 500 Whatever Points.

TOGETHERWHATEVER

Temen buat explore dan temuin pengalaman baru setiap hari

You May Also Like:

Image

Legenda Asli Garut dan Gunting Saktinya

By TOGETHERWHATEVER

Asli Garut, adalah kerajaan pangkas rambut turun temurun yang berasal dari tanah Garut, tepatnya di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Image

Mau Beli Sepatu Boots? Cek Ini Dulu

By TOGETHERWHATEVER

Bicara soal ketangguhan dan daya tahan, gak ada yang bisa mengalahkan sepatu boots untuk urusan alas kaki lo

Image

Spot Tersembunyi yang Asik Buat Hangout di Jakarta

By alexanderthian

Seberapa sering kita merasa bangga sekali menemukan sebuah café lucu yang jarang orang tahu dan memutuskan, “Okay, I’m not gonna let anyone know about this place!”?

Image

Apakah kota ini siap menghapus penjajahan brand luar?

By TOGETHERWHATEVER

Beberapa tahun terakhir, Industri Kreatif jadi sorotan banyak kalangan. Mulai dari anak muda sampai ke presiden. Salah satunya adalah subsektor Fashion.

Image

Surga Barang Penting Nggak Penting di Loakan Jembatan Item

By TOGETHERWHATEVER

Berburu barang bekas dapat menjadi kegiatan yang menarik bagi sebagian orang.