Deretan Film Ini Kasih Persepsi yang Beda Soal Jakarta

Jakarta punya banyak cerita. Apalagi kalau diamati dari sudut pandang yang berbeda-beda.

by TOGETHERWHATEVER

Jakarta punya banyak cerita. Apalagi kalau diamati dari sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang bilang Jakarta lebih kejam dari ibu tiri, tapi nggak sedikit juga yang mengagumi kesan romantis dari malam penuh kerlap-kerlip lampu berbagai gedung pencakar langit. Keunikan ibukota nggak pernah gagal menginspirasi pekerja seni dalam berkarya. Contohnya adalah beberapa film berikut, yang bisa dibilang cukup mencerminkan gerak perkembangan Jakarta dan gaya hidup masyarakatnya.

Gengsi Dong (1980)

Dono memainkan karakter Slamet, seorang mahasiswa baru yang juga anak dari juragan tembakau di sebuah desa di Jawa, yang harus beradaptasi dengan tuntutan gaya hidup khas kota besar. Film ini mengamati berbagai hal yang menjadi tolak ukur khas pemuda Jakarta pada masa itu, dari gaya berbusana, mobil sampai corak musik kesukaan. Nah, kalau lo udah nonton film ini, mungkin ada sesuatu yang bisa dipelajari. Walaupun lo hidup di kota besar, bukan berarti lo lebih keren dari anak yang datang dari daerah. Buat anak daerah, jangan terlalu maksain diri banget biar bisa dianggap keren sama anak kota. Jadi diri sendiri aja.

Gejolak Kawula Muda (1984)

Kalau bisa dibandingkan dengan film Hollywood zaman sekarang, mungkin film ini bisa dianggap seperti Step-up. Tren tari kejang atau breakdance yang lagi jaya-jayanya menjadi cara karakter-karakter yang ada di film ini untuk mengekspresikan diri. Selain adegan battle, scene yang memperlihatkan sekelompok remaja menari di supermarket juga menarik. Pada sebuah adegan, ada karakter yang dimainkan Titi DJ pada sebuah forum ngomong kayak gini, "Walaupun kita suka banget breakdance, kita juga pernah belajar tari-tari tradisional juga kok," Bagus juga ya kalo lo juga bisa ngelakuin kayak begitu. Tren memang bisa dipelajari, tapi kalo bisa sih jangan lupain tradisi.

Blok M (1990)

Judulnya merujuk pada kawasan yang biasa disebut "daerah perngecengan" anak muda pada dekade '80-an sampai '90-an. Dari arena sepatu roda dalam diskotik, siaran langsung radio di tempat keramaian, sampai aktivitas nongkrong di mal, semua aktivitas yang biasa dilakukan anak muda pada masa itu digambarkan dengan cukup baik. Yang menarik dari film ini adalah karakter yang dimainkan Paramitha Rusady. Walaupun banyak yang mencela-celanya dan nganggap dia cewek murahan, sebenarnya dia punya alasan tersendiri yang mendorongnya ngelakuin hal-hal yang nggak lumrah. Setiap orang pasti punya masalahnya masing-masing, jadi lebih baik nggak berburuk sangka dan ngenilai orang lain dengan cepat.

Janji Joni (2005)

Nggak hanya menyorot perjuangan Joni mengantar rol film, Janji Joni banyak mengomentari soal perkembangan industri film di Tanah Air. Dari proses produksi sebuah film sampai budaya penonton di bioskop, semua disorot dengan jeli dan memancing tawa. Jakarta yang menjadi latar film ini digambarkan sebagai labirin yang dipenuhi karakter-karakter unik dan cerita menarik. Pesan moral dari film ini khususnya untuk kaum cewek, kalau ada cowok yang ngajak kenalan dan pengen tau namalo, ada baiknya buat jual mahal sedikit dan kasih aja sarat-sarat usil sekadar ngetes si cowok. Kayak yang dilakuin sama karakter Mariana Renata ke Joni yang diperanin Nicholas Saputra.

Selamat Pagi, Malam (2014)

Jakarta dan malam, keduanya sama-sama menawarkan misteri. Lewat sudut pandang tiga karakter wanita, penonton dibawa menelusuri kehidupan ibukota saat malam hari. Kalau mau menikmati panorama Jakarta di malam hari yang penuh kerlap-kerlip lampu, tentu nggak boleh melewatkan film ini. Selain punya cerita menarik, film ini juga nawarin sinematografi ciamik. Habis nonton film ini pasti lo pengen langsung bawa kamera terus keliling Jakarta malam-malam buat nyari spot-spot menarik buat foto deh.

Baca Juga: Film populer "BANDA THE DARK FORGOTTEN TRAIL"

Jalanan (2014)

Ini film dokumenter yang nyorotin kehidupan di Jakarta dengan penuh sarkasme dan humor. Film ini mengikuti keseharian tiga orang pengamen jalanan yang harus berjibaku dengan peruntungan dan petugas keamanan. Adegan yang menarik dalam film ini adalah ketika seorang pengamen berjalan-jalan di pusat perbelanjaan Plaza Indonesia. Film ini lumayan bikin takjub, ternyata istilah "orang-orang kolong jembatan" memang benar-benar ada di dunia nyata. Kalau udah nonton film ini, bawaannya jadi banyak bersyukur. Di luar sana masih ada yang makan aja susah, kita seenggaknya bersyukur masih bisa beli pulsa buat kuota internet.

Udah pernah belum nonton film-film yang diomongin di atas tadi? Dari beberapa film itu, lo bisa mengamati dengan seksama berbagai sisi unik Jakarta dan masyarakatnya. Belajar toh emang nggak cuma dari sekolah atau buku pelajaran aja, film juga banyak ngasih pengetahuan yang menarik.

 

Images sources: Wikipedia & IMDB

Setuju sama tulisan di atas? Atau punya opini lain? Tulis opini lo di sini

dan dapetin 500 Whatever Points.

TOGETHERWHATEVER

Temen buat explore dan temuin pengalaman baru setiap hari

You May Also Like:

Image

Agrikulture

By TOGETHERWHATEVER

The Fifth

Image

Stay Tune

By TOGETHERWHATEVER

See you on the next event

Maliq & D'Essentials

By TOGETHERWHATEVER

Union Jakarta

Dipha Barus & Kallula

By TOGETHERWHATEVER

Loewy Jakarta

Naif

By TOGETHERWHATEVER

The Dutch

Related Article